Keyboard Shortcut for simbols !!


How to make lomography photo edit

Getting Started – Creating a Vignette

The first thing you want to do is create the classic vignette that the Lomos are well known for and I achieve this by doing a freehand lasso of a circle around the photo. It doesn’t need to be perfect and to prevent hard edges, I set the feather to 80-90px before creating the circle.


Lomography 
from Digital
Once you have set the feather (shown above) and have drawn the circle, you must invert the selection. You can do this one of two ways. #1 Shift-Ctrl-I (Shift-cmd-I on the mac) or #2 Go to the menu Select>Inverse.
Digital to 
Lomo
Now to achieve the vignette, I add a Levels layer. Note: I still have the invert selected.
Lomography 
to Digital
This will add a masked out layer on top of your original layer. I then adjust the levels by moving the center arrow to the right. This will darken the edges, giving me a vignette. The amount is up to you and in this case I went from 1.00 to 0.50 on the center number highlighted in the image below.
Digital to 
Lomo Photos
Now you have a vignette.

On to making the photo look Lomo

Another key to a Lomo picture is the color contrast and saturation. This occurs because people with real Lomos use color slide film and cross-process the film in C41 chemicals.
For those that don’t know what cross-processing is, it’s when you develop film in a chemical other then what it was made for. Standard 35mm film is usually processed in C41 chemicals and Color Slide film is usually processed in E6 chemicals. Interesting results happen when you mix and match.
Typically, Lomo owners will take color slide film (E6) and have it processed as standard 35mm film (C41). This results in over saturation of colors and at times some freaky results. All of which make Lomo as special as they are.
To get a digital photo to look Lomo, we need to fake the cross-processing effect (E6 film in C41 chemicals).
At this point I usually flatten the image using shift-ctrl-e (shift-cmd-e on the mac) or go to the menu and Layer>Merge Layers.
First, I add a curves layer and create a slanted S.
Digital to 
Lomo
Then I create a new layer on top of the other two layers. I select the paint bucket and pick the color black and fill the new layer with solid black.
Digital 
Photos look like Lomo Photography
Then I change the blending mode and set it to Hue and reduce the opacity to 40%.
Lomo to 
Digital

Sharpening and Saving

This has gotten us very close to be finished. Again, I flatten the photo by using shift-ctrl-e (shift-cmd-e on the mac) or go to the menu and Layer>Merge Layers.
Before saving the photo as a JPG, you need to sharpen the photo. I use the unsharp mask and Lab mode/lightness technique. The purpose of this step is that it adds more contrast and darkens some of the areas as well. Now you can use whatever sharpening technique you want, but the following method prevents the color halos that come with certain sharpening techniques.
Go to Image>Mode>Lab Color. If you hadn’t flattened the image yet, it will ask you if want to flatten, please do so.
Then select your channel window and click on the lightness channel. The 3 other channels should deselect.
Lomography
Then go to the menu, select Filter>Sharpen>Unsharp Mask.
Lomo 
Photoshop
I like sharpness, so I set the Amount to 50%, Radius to 50% and the Threshold to 0. Click Ok. This is completely up to you on the settings. Plus it will depend on the photo as well and use your best judgment/preference.
Go to Image>Mode> RGB Color. You do not have to reselect the unchecked channels, when converting back to RGB, the channels will automatically turn back on and the photo will go back to be in color.
Now you are done, save the file and share.
Final step, save as a Jpeg.

Before the Lomo Photography Look

Before Lomo

After the Lomo Photography Look

After Lomo

Rekaman di rumah atau Home Recording



Apa aja yang kamu butuhkan ????


 
Sound card

 

Selain processor, ram dan harddisk, sound card merupakan elemen yang paling penting pada rekaman berbasis komputer karena kualitas suara yang akan dihasilkan sangat ditentukan oleh sound card ini. Sound card atau biasa juga disebut audio converter terbagi menjadi beberapa bentuk yaitu, onboard, PCI, USB dan firewire. Sound card dengan koneksi USB maupun firewire pada mulanya ditujukan buat para pengguna laptop, tetapi saat ini udah ga dihiraukan lagi mau pake laptop atau komputer dekstop biasa terserah, gak ada masalah, bebas. Hal yang harus diperhatikan dalam memilih sound card yaitu resolusi dan sample rate-nya, misalkan 16bit/44.1KHz, 24bit/96KHz, 24bit/192KHz dll. Apa itu? Saya ga akan membahas lebih jauh disini, singkatnya semakin besar resolusi maupun sample rate-nya kualitas suara yang dihasilkan akan semakin baik walaupun pada akhirnya lagu akan di-burn ke CD yang hanya memiliki resolusi 16bit/44.1KHz. Lalu jumlah input maupun outputnya, semakin banyak jumlah inputnya maka semakin banyak instrumen / sumber suara yang dapat kamu rekam secara bersamaan pada satu waktu, misalkan buat merekam drum dibutuhkan 8 input sehingga snare, tom, floor, kick, crash, chinese, ride, hihat dll dapat direkam secara bersamaan dengan masing-masing track yang terpisah. Tetapi, apabila hanya ingin merekam gitar, bass, vokal atau keyboard secara overdub (satu-persatu / dalam waktu yang ga bersamaan) maka cukup menggunakan sound card yang memiliki 2 input. Selain itu, biasanya sound card juga memiliki fasilitas koneksi yang berbagai macam seperti digital I/O S/PDIF, AES-EBU, MIDI dll. Contoh sound card khusus audio yang biasa dipakai buat keperluan rekaman yaitu ESI, M-Audio, Echo, E-Mu dll.

Software-software musik memerlukan driver sound card tertentu agar dapat berfungsi secara optimal. Beberapa macam driver tersebut yaitu:

a. ASIO (dipakai pada Tracktion, Cubase, Nuendo, Logic, Guitar Rig dll), 2. MME (Cooledit, Cakewalk, Cegas, Winamp, dll),

b. WDM (Sonar, Power DVD, dll)

c. GSIF (Gigastudio 2.42 atau diatasnya)

ASIO merupakan driver yang dikembangkan oleh Steinberg dan paling banyak dipakai oleh software-software populer saat ini. Pada sound card onboard, SB Live dan sound card sejenisnya ga memiliki driver ASIO sehingga akan menghasilkan “latency” yang sangat tinggi pada saat melakukan perekaman. Latency adalah jeda atau keterlambatan sinyal yang terdengar (output) pada saat perekaman (input) dilakukan, biasanya dalam satuan milidetik. Jadi misalkan kamu teriak “Aaa” sekarang, maka beberapa milidetik kemudian baru terdengar “Aaa” di speaker / headphone kamu. Kalo hanya 1 hingga 5 milidetik sih ga masalah, tapi kalo 400 sampai 1000 milidetik apakah dibilang ga bermasalah?!! Tapi jangan khawatir, saat ini udah ada driver ASIO yang dapat dipakai pada sound card biasa tersebut, namanya ASIO4ALL. Driver ini dapat didownload secara cuma-cuma di www.Asio4All.com.

Komputer
 


1 unit komputer minimal Pentium III atau AMD Duron 1,2GHz, Ram 256 MB, Harddisk dan CDRW. Sebenarnya spesifikasi di atas lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan dari software perekaman yang akan dipakai karena tiap-tiap software membutuhkan spesifikasi minimal yang berbeda-beda.

Microphone



Microphone dipakai buat merekam vokal maupun instrumen yang menggunakan teknik miking (teknik miking biasa disebut dengan teknik todong). Contohnya miking speaker ampli gitar atau bass, miking gitar akustik dll. Pada Sound card onboard biasanya udah tersedia mic input.

Software 



Software perekaman terbagi menjadi dua jenis yaitu software original edition dan pirated edition, eits.. maksud saya multitracking dan mastering software. Software multitrack adalah program yang dapat merekam dan menjalankan beberapa track sekaligus maupun merekam sumber suara secara overdub (satu-persatu) buat disusun menjadi satu komposisi lagu. Pada software ini jugalah pekerjaan editing, mixing mupun penambahan efek dilakukan. Contoh software jenis ini yaitu Cubase, Tracktion, Cool Edit, Cakewalk dll. Kalo belum bersedia beli versi original dan ga ingin membeli yang bajakan maka program-program seperti Audacity, Kristal, Luna Free dll dapat di-download dari internet dengan free. Selain itu, kalo kamu membeli sound card yang khusus audio biasanya udah disertakan sotware multitrack yang cukup bagus dan udah sangat memadai buat melakukan proses perekaman. Oh iya… efek-efek plugins DirectX maupun VST saat ini udah banyak tersedia secara free di internet.

Software mastering adalah program yang dipakai buat memproses hasil mixing stereo (2 track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang biasa kamu dengar pada kaset maupun cd komersil dan disebarluaskan. Contoh software tersebut adalah WaveLab dan Sound Forge kalo yang freeware-nya Wavosour, Soundengine dll.

Preamp

Preamp dipakai buat memperkuat sinyal, baik sinyal yang datang dari microphone ataupun dari instrument. Gitar maupun bass listrik ga dapat direkam secara langsung (direct) karena instrument tersebut memiliki impendansi yang ga sesuai pada sound card. Sinyal yang didapat akan terkesan kurus dan pecah. Caranya yaitu output gitar masuk ke input preamp lalu output preamp ke input sound card. Mixer juga memiliki fungsi sebagai preamp selain itu DI Box juga dapat dipakai sebagai pengganti preamp.

Speaker dan Headphone




Speaker dipakai buat mendengar proses dan hasil rekaman. Monitor speaker yang baik harusnya speaker yang memang didesain khusus buat keperluan recording dan memiliki karakter yang relatif flat (contoh: Genelec, M-Audio, ESI, dll). Perbedaannya dengan speaker biasa yaitu respon frekuensinya yang merata dari 50 Hz – 20 KHz. Speaker biasa umumnya melebih-lebihkan frekuensi-frekunsi tertentu sehingga suara yang dihasilkan terkesan lebih bagus dari suara aslinya, sehingga apabila suara yang dihasilkan udah terdengar baik pada speaker tersebut belum tentu baik bila didengarkan pada speaker yang lain.

Headphone dipakai pada saat merekam vokal maupun instrumen musik yang menggunakan teknik miking agar suara dari speaker utama ga ikut terekam apabila tempat merekam dan alat perekam (komputer) berada pada satu ruangan. Selain itu, headphone juga sangat membantu dalam melakukan proses mixing terutama buat mendengar hiss, nafas sang vokalis buat di-edit lebih lanjut.

Kabel Jack

Sepertinya gak perlu dijelaskan fungsi dari kabel ini, yang jelas usahakan mendapatkan kabel kualitas terbaik karena kualitas sinyal ditentukan oleh kualitas kabel ini.

Getting Started with Onboard Sound card

OK! Saya anggap kamu udah punya atau pinjam semua peralatan yang dibutuhkan mulai dari komputer hingga perkabelan lalu software yang terpilihpun udah terinstall di komputer. Disini akan dibahas sedikit bagaimana cara setting semua peralatannya hingga kamu dapat langsung rekaman di rumah... di rumah!

Gambar di atas merupakan skema perekaman berbasis komputer yang paling sederhana. Sebagai contoh, kamu gunakan sound card onboard yang biasanya terdapat tiga colokan yaitu mic input (mono), Line input (stereo) dan Speaker output (stereo) semua berukuran 1/8”. Karena kabel jack instrumen standar ukurannya ¼”, maka kamu harus memiliki koverter ¼” ke 1/8”, harganya murah palingan 3500 perak! Udah punya? Ok kamu lanjut..

Pertama-tama colokkan kabel stereo dari output sound card ke speaker… sepertinya udah. Lalu colokkan kabel mic ke input preamp atau dapat langsung ke mic input sound card kalo kamu belum memiliki preamp. Coba di test dengan berbicara bebas di mic. Kalo belum ada suara yang terdengar dari speaker, setting dulu di control panel windows-nya yaitu pada start menu windows klik control panel, pilih “Sounds and Audio Devices” pada “sound playback” dan “voice playback”setting default-nya ke output sound card, pada “sound recording” dan “voice recording” setting default-nya ke input sound card. Harusnya ada suara, kalo belum periksa perkabelan dan pastinyakan ga ada input maupun output sound card yang di-mute!

Gitar atau Bass di colokkan ke input preamp / mixer lalu dari outputnya colok ke mic input sound card. Kalo ga memiliki preamp / mixer, dapat juga menggunakan efek gitar dekstop seperti behringer v-amp, line 6 POD dll atau DI box yang dihubungkan ke line input sound card. Kalo belom punya juga maka ga ada cara lain selain menodong speaker ampli gitar / bass dengan menggunakan mic. Caranya sederhana, kamu tinggal dekatkan ujung mic ke permukaan speaker ampli gitar / bass (ga sampai menyentuh) dan cari suara terbaiknya dengan cara mengatur posisi penempatan mic, dapat tepat ditengah-tengah, miring beberapa derajat, dijauh-dekatkan dari permukaan speaker ampli tersebut, terserah pokoknya cari posisi terbaik, lalu atur volume mic input, atur juga volume ampli gitar dan usahakan mic tersebut ga bergerak. Stereo output keyboard dapat langsung dicolokkan ke line input sound card, kalo keyboard sih jangan di todong pake mic!

Yah semua udah beres, sekarang tinggal coba rekaman pake software multitrack yang terpilih. Sebelumnya sesuaikan dulu input maupun output sound cardnya pada preference atau option software tersebut. Sediakan juga space harddisk sebanyak mungkin karena pekerjaan ini akan memakai banyak memori. Saya harap semua udah bekerja dengan baik. Fyuh.. selesai, selamat belajar rekaman…

Truss…. bagaimana dengan drum!? Hah drum! Hmmm… oh iya drum! Ruangan ga memungkinkan buat merekam drum atau malah ga dapat maen drum, yeah sebenernya ini yang paling menyenangkan. Software-software seperti FruityLoops, BFD maupun Reason dapat membantu kamu dalam pembuatan drum virtual. Kalo gak punya kedua software mahal tersebut dan gak mau pake bajakan, cari di internet banyak software-software yang dapat membuat drum virtual, dapat di download dan lagi-lagi free! Yup.. drum virtual, sangat mudah dan dalam sekejap kamu akan menjadi drummer paling jago di dunia! Caranya tinggal buat pattern drum pada software tersebut dan export dalam bentuk WAV lalu import ke track pada software multitrack kamu, so… kamu udah punya track drum, tinggal isi track bass, gitar dan instrumen lainnya hingga ke track vokal. Beres!

Habis membaca tulisan ini dan jadi tertarik merekam di rumah muncul sebuah pertanyaan!? Kira-kira berapa budget yang harus disediain ya? OK mari kamu bahas. 
Komputer berharga Rp 2juta – Rp 10juta, 
sound card Rp 0 (onboard) – Rp 8juta, 
software Rp 0 – Rp 6juta, 
microphone Rp 10ribu – 4juta, 
speaker / headphone Rp 50ribu – 10juta, 
Preamp / mixer Rp 500ribu – 5juta dan Kabel Rp 20ribu – Rp 500ribu. 

Hmmm… harga-harga maksimal diatas hanya saya tulis hingga peralatan kelas menengah lho! Ga kebayang harga kelas atasnya berapa!? Karena tujuannya saat ini baru coba-coba jadi kamu hitung semua harga minimalnya. Rp 2juta + Rp 0 + Rp 0 + Rp 10ribu + Rp 50ribu + Rp 500ribu + 20ribu = 2,58juta. Kalo udah punya komputer, belum niat pake preamp dan speaker juga udah ada, paling butuh duit buat beli kabel doang, alat-alat band dapat minjem! Harga-harga diatas ga menentukan kualitas dari rekaman kamu yang penting niat dan kesabaran!





Ultimix 154 (2010) [For DJ only]



Artist: VA
Title: Ultimix 154
Style: Dance, House
Date: 04.02.2010
Quality: 320 kbps / 44,1kHz / Full Stereo
Tracks: 9
Size: ~ 117 Mb

Tracklist:

01.Ke-sha - Tik Tok (Ultimix)
02.Muse - Uprising (Ultimix)
03.Cobra Starship - Hot Mess (Rmx) (Ultimix)
04.David Guetta Feat. Estelle - One Love (Ultimix)
05.Lady GaGa Feat. Beyonce - Telephone (Ultimix)
06.David May Feat. Moises Modesto - Superstar (Ultimix)
07.One Republic - All The Right Moves (RMX) (Ultimix)
08.Madonna Feat. Akon - Celebration (RMX) (Ultimix)
09.Madonna - Revolver (Ultimix)

DOWNLOAD link - NEXT POST!! [or email me!]


X-Mix Urban Series 137 (For DJ only)

Tracklist:

01. 2 Pistols feat. Jason Derulo - Redonkulous
02. Jaicko - fast Forward
03. Lil Jon feat. lmfao - Outta Your Mind
04. The Dream - Love King
05. Mann feat. Jason Derulo - Text
06. Lloyd Banks feat. Juelz Santana - Beamer, Benz & Bentley
07. Drake - Over
08. Cypress Hill feat. Pitbull & Marc Anthony - Armada Latina
09. Whodini - Friends
10. Lloyd Banks feat. Juelz Santana - Xutrans , Beamer, Benz & Bently
11. 2 Pistols feat. Jason Derulo - Xudub , Redonkulous
12. The Dream - xudub , Love King
13. Cypress Hill feat. Pitbull & Marc Anthony - Xudub , Armanda Latina


Code:
Artist: VA
Disc title: X-Mix Urban Series 137
Genre: R'n'B
Year: 2010
Number of tracks: 13
Playing time: 55:41 min.
Format | Quality: Mp3 / VBR kbps / 44,1 kHz / Joint Stereo
File Size: 79.39 Mb



hotfile
UPLOADED TO



Beatport Top10 Progressive House (23.02.2010)

 

Artist: VA
Title: Beatport Top 10 Progressive House
Style: Progressive House
Date: 23.02.2010
Total Time: 71:34 min
Quality: 320 kbps / 44,1kHz / Stereo
Tracks: 10
Size: ~ 164Mb


Tracks

1. Nanchang Nancy, Prok & Fitch - Walk With Me (Axwell vs. Daddy's Groove Remix)
2. Nicky Romero - My Friend (Original Mix)
3. Starkillers - Cantina (Original Mix)
4. Matteo Marini - Lovin' You feat. Alexandra (Noferini & Marini Club Mix)
5. David Guetta feat. Kid Cudi - Memories (Extended Mix)
6. Afrojack, Bobby Burns - Ghettoblaster (Original Mix)
7. Chris Lake & Michael Woods - Dominos (Original Mix)
8. Ticon - Models On Cocaine (Weekend Heroes Remix)
9. EDX - Party Of Politics (Original Club Mix)
10. Daddy's Groove & Little Mark - Shorebreak (Magic Island Original Mix)  


Beatport Top 10 Tech House (12.01.2010)


Artist: VA
Title: Beatport Top 10 Tech House
Genre: Tech House
Quality: 320 Kb/s
Type: Compilation
Play Time: 1:07:00
Track: 10
Size: ~142mb(RAR)

Tracklisting

01-aney_f-schrauff_(mario_miranda_remix)
02-Chris James, Danny T-Balkan Blues - Tom Flynn Remix
03-dapayk_solo--the_little_things_you_do_(niko_schwind_remix)-siberia
04-Dj Raid-Behind Motel - Original Mix
05-enthousiaste_gasten-lilly_(original_mix)
06-Little Helper 2-4 - Original Mix
07-Luca M - Planet Rock
08-Lucio Aquilina_Tarifa_Original Mix
09-Steve Mac - Sold My Soul
10-yello-the_expert_(turntablerockers_part_love_remix)-daw